LMP

LMP
s

LMP

LMP

Jumat, 16 Januari 2015

Ketua Umum Laskar Merah Putih Menjalin Hubungan Dengan Pertumbuhan Pribumi Perkasa Malaysia

JAKARTA, BM - Indonesia merupakan negara besar dengan sumber daya alam yang melimpah dan dikelilingi lautan sangat luas serta panjangnya perbatasan dengan negara lain, seringkali menjadi pemicu munculnya konflik kepentingan antar negara dengan negara tetangga, khususnya Malaysia. Ditambah lagi dengan belum tersedianya lapangan kerja yang memadai, membuat para angkatan kerja memilih untuk mencari penghidupan ke negara lain.

Hal inilah yang mendasari rombongan Laskar Merah Putih yang dipimpin oleh Ketua Umum (H. Adek Erfil Manurung, SH) mengunjungi Pertumbuhan Pribumi Perkasa Malaysia (PERKASA) dari Kerajaan Diraja Malaysia.
Kunjungan tersebut adalah membangun hubungan lebih harmonis dan berkesinambungan dengan negara tetangga khususnya melalui hubungan people to people tersebut yang dilakukan pada Sabtu - Minggu (13 - 15 Desember 2014) lalu.

Seperti diketahui Laskar Merah Putih merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan di Indonesia yang memiliki 12 juta lebih anggota yang tersebar di 33 provinsi se-Indonesia, seringkali menggelar demo di Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia.

Menurut H. Adek Erfil Manurung, SH, kunjungan ke negara tetangga tersebut berawal dari pertemuan Kedutaan Besar Malaysia Dato' Zahrain Mohamed Hashim yang ada di Indonesia bersama beberapa tokoh Markas Besar LMP beberapa waktu lalu di Hotel Mulia Jakarta.

Dikatakannya, hasil pertemuan tersebut menyimpulkan bahwa harus ada hubungan yang dibangun antara kedua negara yakni Indonesia dan Malaysia, melalui Organisasi Laskar Merah Putih dan Organisasi PERKASA guna membahas program kerja yang meliputi penanganan TKI, pengorganisiran dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan Malaysia di Indonesia dan penanganan tapal batas baik darat maupun laut.

"Untuk menindaklanjuti hasil pembicaraan tersebut, maka Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia merekomendasikan PERKASA dari Malaysia untuk bertemu dengan ormas LMP dari Indonesia," ujarnya.
Maka terjadilah pertemuan silaturahmi pertama, berupa ramah tamah yang dilakukan ormas Laskar Merah Putih dengan rombongan PERKASA Malaysia sebanyak 30 orang dipimpin Presidennya Dato' Ibrahim Ali Minggu 02 November 2014 lalu, di Rumah Makan Garuda Jl. KH. Agus Salim No 59 Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut Dato' Ibrahim Ali mengatakan ingin bertemu dengan jajaran pimpinan tertinggi di Laskar Merah Putih untuk membangun kebersamaan sebagai negara tetangga yang juga satu rumpun, sebagaimana visi dan misi PERKASA Malaysia.

Diakuinya, pertemuan ini juga dilakukan untuk membangun kerjasama kedepan antara ormas LMP Indonesia dengan ormas PERKASA Malaysia., meskipun LMP selama ini seringkali berdemo ke Kedutaan Malaysia.

"Dengan kunjungan ini kami ingin meluruskan masalah antara Indonesia dengan Malaysia yang seringkali menjadi isu-isu di media cetak, media online maupun televisi, sehingga seringkali terjadi kesalahpahaman pengertian yang membuat Laskar Merah Putih melakukan demonstrasi ke depan Kedutaan Malaysia di Indonesia," ujar Dato' Ibrahim Ali.

Bentuk Komite Bersama

Kunjungan Laskar Merah Putih dengan delegasi 7 (tujuh) orang disambut Dato' Ibrahim Ali beserta rombongan dari Pertubuhan Pribumi Perkasa Malaysia di Bandara Internasional Tun Sri Malaysia. Mereka menghadiri "Forum Antar Bangsa" yang menggelar "Pengukuhan Persahabatan Bangsa Serumpun" Sabtu 13 Desember 2014  di Tingkat 2 Wisma KGMB No. 88 Jalan Dato' Hj Eusoff, 50400 Kuala Lumpur.
Dalam acara tersebut ditampilkan pembicara antara lain Dato' Ibrahim Ali (Malaysia), Mohamad Mansor Ab Rahman (Presiden Perhimpunan Hak Asasi Melayu Singapura), KH Muhyiddin (Ketua Kerjasama dan Hubungan Antara Bangsa Pertumbuhan Muhammadiyah Indonesia) dan Abdul Rahman Wasnof (Setiausaha Persatuan Majelis Agama Islam Wilayah Selatan Thailand).

Dalam Forum Internasional tersebut, Ketua Umum Laskar Merah Putih H. Adek Erfil Manurung, SH menyampaikan pidato dengan mengucapkan terima kasih atas sambutan rakyat Malaysia kepada delegasi Laskar Merah Putih. Dia menyampaikan apa yang telah dilakukan selama ini di Kedutaan Malaysia di Indonesia khususnya mengenai TKI dan perbatasan.
Dia juga memberikan motivasi kepada rakyat Malaysia untuk bersatu dan berani melawan kekuatan asing yang akan merongrong kedaulatan negara. "Laskar Merah Putih siap membantu apabila ada pihak-pihak asing yang mencoba mengganggu kedaulatan rakyat Malaysia," ujarnya.
Pada kesempatan itu dia menyampaikan keinginan bersama-sama bangsa serumpun untuk membentuk komite silaturahmi yang berkelanjutan, bermanfaat dan saling menguntungkan.

Pada esok harinya Minggu 14 Desember 2014, delegasi Laskar Merah Putih menghadiri acara Pertemuan Agung PERKASA Malaysia. Mereka disambut Dato’ Fauzi dan Dato' Ali di Balai Pertemuan Agung, Malaysia. Dalam acara dengan keakraban dan kekeluargaan yang penuh harmonisasi antar kedua ormas tersebut, H. Adek Erfil Manurung, SH mendapatkan penghargaan. Delegasi juga bertemu dengan Dato' Tun Hamid.

Pada sore hari pukul 17.00 setempat, delegasi Laskar Merah Putih mengikuti coffee break bersama Dato' Fauzi. di Surya KLCC KL, Malaysia. Pada malam hari pukul 20.00 menghadiri makan malam bersama di Restoran Arabia KL. Malaysia, sambil membicarakan berbagai langkah berikutnya.
Pada pembicaraan tersebut, Presiden Perkasa Dato' Ibrahim Ali memutuskan untuk hadir di acara Ulang Tahun Laskar Merah Putih yang ke–14 di Provinsi Banten Indonesia. Dato' Ibrahim Ali dan Dato’ Fauzi bersama H. Adek Erfil Manurung, SH bersepakat untuk membentuk Komite Bersama kedua ormas yang berpusat di Jakarta dengan fokus awal bergerak dalam menangani TKI.
Selain itu Komite Bersama akan mengembangkan hubungan people to people kepada negara lainnya seperti Singapura, Brunei, Filipina, Thailand dan Myanmar. PERKASA Malaysia juga meminta agar anggotanya dapat dilatih oleh LMP secara simultan dalam membangun semangat kebangsaan dan nasionalisme.

Pada Senin 15 Desember 2014, delegasi Laskar Merah Putih  menuju bandara untuk kembali ke Jakarta Indonesia dengan diantar Dato' Don dan Bapak Amin.

Rekomendasi Pertemuan

Dalam kunjungan Laskar Merah Putih ke Malaysia dan beberapa pertemuan yang dilakukan khususnya dengan PERKASA Malaysia menghasilkan beberapa rekomendasi.

Pertama, Laskar Merah Putih harus mempersiapkan 7 (tujuh) orang perwakilan sebagai team work yang akan bekerjasama dengan 7 (tujuh) orang delegasi Malaysia.
Kedua, Laskar Merah Putih harus mempersiapkan MoU kesepakatan dan butir-butir pengajuan dalam kerjasama antara kedua ormas nantinya pada saat Dato' Ibrahim Ali hadir tanggal 21 Desember 2014 di Banten Indonesia.
Ketiga, Laskar Merah Putih harus membuat Pokja dalam rangka membahas hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan Komite Bersama.
Keempat, Laskar Merah Putih  sesegera mungkin memberikan laporan dan sekaligus permohonan kepada pemerintah Indonesia khususnya kepada instansi terkait, guna untuk menindaklanjuti kerjasama antara kedua ormas tersebut dalam rangka people to people.
Kelima, Laskar Merah Putih sebagai ormas yang sudah diakui oleh dunia internasional, terbukti sudah beberapa kali menghadiri event internasional, sudah sepatutnya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Indonesia khususnya Menkopolhukam, Menteri Dalam Negeri, Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pemuda dan Olahraga dan Lemhanas.(Tim)



0 komentar:

Posting Komentar